Tips Menghadapi jika Harga Investasi Reksadana Turun

Kinerja dari harga investasi Reksadana lagi tidak sedap. Keuntungan jatuh. Sejak Januari 2015, return Reksadana Saham turun drastis. Apa strategi menghadapi investasi reksadana yang harganya turun? Kondisi yang menjadikan banyak orang galau. Banyak tidurnya tak nyenyak. Apalagi yang menghandalkan Reksadana membiayai hal penting, semacam uang muka anak sekolah, DP rumah maupun dana pensiun. Apa yang harus dilakukan berhadapan dengan situasi ini? Menjual, mendiamkan saja atau menambah investasi?

Saya ingin sharing apa yang saya lakukan saat menghadapi pasar yang lagi bergejolak. Kondisi ini bukan pertama kali saya alami. Telah beberapa kali gejolak ekonomi didalam 20 tahun terakhir. Kondisi pasar keuangan bergejolak pasti bakal terus terjadi selama berinvestasi. Mengingat itu adalah bagian dari siklus ekonomi alami. Yang paling penting ialah bagaimana menyiapkan langkah pertahanan menghadapinya. Apa pelajaran yang dapat dipetik dari krisis tadinya, what is working and what isn’t working.

Kinerja Reksadana

Bagaimana cerminan kinerja Reksadana saham 1 tahun terakhir? Grafik berikut memperlihatkan perkembangan harga indeks Reksadana Saham. Indeks itu menghitung harga–harga rata seluruh Reksadana saham dari masa ke masa. Mulai awal 2015 hingga sekarang, harga Reksadana saham turun tajam. Kondisi yang signifikan dibandingkan tahun 2014, saat Reksadana saham menanjak. Pertanyaannya, apa kondisi 2015 ini sangat berbahaya? Sudah buruk kah? Sebaiknya, kita lihat beberapa tahun belakang. Karena investasi tersebut bersifat jangka menengah dan panjang, bila hanya melihat periode singkat, analisanya sangat bisa tak akurat.

Meskipun keadaan saat ini lagi turun, namun dalam trend 5 tahun, kinerja saham sebetulnya masih meningkat. Pendapat saya, dalam rentang jangka panjang (> = 5 tahun), keadaan sekarang tidak mengkhawatirkan karena masih sedikit tinggi dari tahun–tahun awalnya. Keuntungannya masih sedikit tinggi disandingkan harga 5 tahun lampau. Dari sini, Anda dapat melihat bahwa rentang maupun periode waktu investasi jadi amat kritikal. Faktor hal tersebut yang akan menjatuhkan bagaimana musti bersikap menghadapi anjloknya nilai Reksadana. Ada beberapa hal yang harus kita lakukan tuk menghadapi kemerosotan ini.

Cek Lagi Tujuan Keuangan

Ini hal yang melulu diulang– ulang dalam tiap tulisan. Lihat lagi harapan atau tujuan keuangan Anda. Mengapa? Karena tujuan keuangan mematok instrumen yang anda pilih, Reksadana apa yang dibeli lalu dijual, dan skala risikonya. Tujuan keuangan mengesahkan jangka waktu investasi yang bakal dipilih. Mau Sebulan, 5 tahun ataupun bahkan 20 tahun lamanya investasi, semuanya diputuskan menurut tujuan keuangan. Saya begitu suka ungkapan, Ligwina Hananto, pakar perencana keuangan “Tujuan Lo Apa”.

Jika tujuan keuangan ialah dana pendidikan anak kuliah, yang dibutuhkan 10 tahun lagi, gejolak menurunnya nilai Reksadana bukan hal yang harus dicemaskan. Cuekin gejolak ini. Dalam masa 1 maupun 2 tahun, gejolak umumnya sudah pulih lagi ke awal. Bahkan berdasarkan pengalaman harga pasca gejolak bisa kian tinggi dari harga sebelumnya. Tetapi, jika tujuan keuangan ialah DP rumah KPR yang harus dibayar 1 bulan lagi, Anda harus mempertimbangkan tuk menjalankan langkah antisipasi.

Merubah Komposisi Investasi

Jika dana yang sekarang ini ditempatkan di Reksadana saham merupakan dana yang dibutuhkan waktu dekat, Anda musti segera mereposisi posisi investasi. Menjual lalu menggantinya ke instrumen yang lebih aman, semacam Reksadana Pasar Uang ataupun deposito. Sebetulnya jika pemilihan instrumen dilakukan dengan cermat semenjak awal, peristiwa ini seharusnya tak perlu terjadi. Namun, kenyataannya ada orang yang terlena return tinggi, selanjutnya memilih intrumen yang sebetulnya tak cocok dengan profil harapan investasinya. Tahun kemarin, karena return Reksadana Saham lagi moncer-moncernya, tidak sedikit orang berbondong-bondong mengalihkan dana pendidikan di instrumen ini, tanpa mengira akan risikonya dan apa cocok dengan tujuan finansial mereka. Dianggap return tinggi itu akan muncul selamanya.

Tapi, ya sudah, nasi telah jadi bubur. “Bukan returnnya kecil di Deposito ataupun Reksadana Pasar Uang?” Ya betul, emang kecil. Tapi aman. Keamanan merupakan prioritas Anda tuk kebutuhan jangka pendek. “Bukankah, pasar saham kelak akan naik lagi? Sayang, bila ini dijual, saya bakal merealisasikan banyak kerugian.” Ini perumpamaan orang yang tidak mau melepas investasinya walaupun sudah merugi ‘berdarah-darah’. Masih mengharap keajaiban bakal datang. Regret atau rasa bersalah ialah salah satu penghambat primer ketika kita bakal mengambil keputusan keuangan yang pas. Ini merupakan temuan terpenting riset behavioural economy, yang belakangan ini memenangkan hadiah nobel ekonomi. Bagi saya, lebih baik kita ambil keputusan ‘pahit’ tapi ideal dibandingkan berandai-andai yang jelas-jelas belum pasti.

Mengatur Pengeluaran

Kenapa perlu balik lagi ke setting keuangan. Karena didalam kondisi penurunan ekonomi, ini upaya yang paling efektif. Tak jarang ada yang dananya tertaut di instrumen yang tengah turun nilainya, sehingga dimikian uangnya sulit dicairkan atau nilai investasi jadi rendah. Sedangkan, ada kebutuhan memaksa, misalnya, DP anak sekolah yang tak bisa ditunda. Dalam problem ini, penghematan merupakan langkah cepat yang bisa dilakukan tuk menutupi kerugian investasi. Melihat kembali apakah ada pos-pos pengeluaran yang masih dapat dihemat.

Leave a Reply

Your email address will not be published.