Bisnis Rumahan

Logo Termasuk Hak Cipta Ataupun Hak Merk Didalam HKI? Baca ini Jawabnya!

Posted by

Logo termasuk hak cipta ataupun hak merk didalam HKI, tentu masih jadi pertanyaan besar untuk Kamu. HKI alias Hak Kekayaan Intelektual adalah padanan kata dari IPR (Intellectual Property Rights), dimana diartikan jadi hak yang untuk menikmati hasil dari sebuah kreatifitas intelektual dengan ekonomis. Jadi, intinya objek yang sudah diatur didalam HKI adalah karya-karya yang dilahirkan oleh kemampuan intelektual manusia.

Hak Paten

HKI sendiri dibagi jadi 2 bagian, yakni Hak Cipta (copyrights) serta Hak Kekayaan Industri yang meliputi paten, merk, design industri, Indikasi Geografis, design tata letak sirkuit terpadu, rahasia dagang dan Perlindungan Varietas Tanaman. Yang menjadi salah satu bagian dari HKI, merk punya peran yang begitu penting. Karena, dengan adanya merk, produk-produk yang diperoleh dapat dibedakan asal-usulnya. Merk pun digunakan di dunia periklanan serta pemasaran. Masyarakat kerap menghubungkan image, kualitas ataupun reputasi sebuah barang serta jasa dengan merk, hingga dapat dikatakan jika merk adalah kekayaan yang amat berharga.

Berdasarkan Undang-undang Hak Cipta Nomor. 19 Tahun 2002 Mengenai Hak Cipta, logo tergolong hak cipta ataupun hak merk, disamping karya-karya cipta di dunia seni, sastra dan ilmu pengetahuan semacam buku, pamflet, musik ataupun lagu, rekaman suara, gambar, foto, lukisan, program komputer, seni kaligrafi ataupun seni ukir. Namun, didalam banyak hal, merek bersinggungan dengan hak cipta. Itu dapat terjadi sebab di beberapa jenis ciptaan, yaitu logo, simbol, gambar ataupun foto bisa didaftarkan untuk menjadi hak merk dan hak cipta.

Logo tergolong hak cipta atau hak merek jadi musti bisa dipakai untuk menjadi ciri khas yang gampang dikenal dengan publik, penunjuk karakter perusahaan, memberitahukan jenis usaha, merefleksikan cita-cita serta semangat perusahaan dan menumbuhkan kebanggaan para anggota perusahaan. Logo itupun banyak jenisnya, yakni logo berbentuk nama, logo nama serta gambar, logo inisial, logo nama dengan visual khusus, logo asosiatif, logo didalam bentuk kiasan serta logo abstrak.

Hak Kekayaan Intelektual

Bila ragu dengan pernyataan logo hak cipta ataupun hak merk, pemilik musti mendaftarkan logo untuk mendapat hak atas cipta serta hak atas merk sekaligus. Sebab kemungkinan logo tertentu didaftarkan untuk menjadi hak cipta, sedangkan ada orang lain yang mendaftarkannya untuk menjadi hak merk. Potensi dualisme pemilikan atas ciptaan itu seringkali terjadi sebab mekanisme pendaftarannya lumayan berbeda.

Di proses pendaftaran hak cipta, tidak ada pengecekan substantif, hingga sangatlah mudah untuk pemilik untuk mendapat sertifikat dari ciptaannya. Didalam prakteknya selama ini, pendaftaran hak yang dikerjakan oleh penggiat bisnis kebanyakannya di pendaftaran merk, bukanlah hak cipta. Pelaku usaha kerap mengabaikan pendaftaran hak cipta sebab ingin menghemat. Nyatanya, sebetulnya biaya yang dikeluarkan untuk registrasi hak cipta tidak begitu mahal. Kurangnya pemahaman mengenai perlindungan hak merk serta hak cipta dapat mengakibatkan sengketa.

Sebenarnya, perlindungan hak cipta sekedar diterapkan di komersialisasi ciptaan, yakni karya yang punya sifat khas serta memperlihatkan orisinalitasnya di ilmu pengetahuan, sastra ataupun seni. Jadi intinya, yang jadi objek yaitu ciptaan itu sendiri yang dijual lewat pengumuman serta perbanyakan. Sedangkan perlindungan merk mempunyai tujuan untuk melindungi produk, entah itu berupa barang ataupun jasa atas asosiasi yang salah seputar sumber dari produk itu yang kemudian bakal melindungi produsen serta konsumen dari produk terkait.

Didalam Undang-undang Nomor. 15 Tahun 2001 Mengenai Merk, merk diartikan yang menjadi tanda yang berupa nama, kata, angka, huruf, gradasi warna, gambar maupun kombinasi dari itu semua yang punya daya pembeda serta digunakan untuk aktivitas perdagangan. Perbedaan dua perlindungan itu kerap kabur, terlebih lagi jika yang disengketakan adalah logo tergolong hak cipta ataupun hak merk. Perlindungan ganda memang dapat dilakukan untuk logo yang difungsikan sebagai merk, namun musti diterapkan sesuai keperluan sesungguhnya dari klaim yang diajukan oleh penggugat.

Cara melihat Hak cipta dipakai untuk melindungi ciptaan dari tindakan-tindakan yang melampaui hak eksekutif, entah itu hak ekonomi ataupun hak moral dari satu ciptaan. Sementara hak merk dipakai untuk melindungi produk dari pemalsuan asosiasi dengan kompetitor yang dapat mengganggu penjualan dan reputasi produk itu. Mudah-mudahan setelah membaca artikel ini, Kamu dapat mempertimbangkan untuk mendaftar logo untuk menjadi hak cipta serta hak merek, sesuai keperluan. Baca selanjutnya di https://www.patendo.com/

Leave a Reply

Your email address will not be published.